Pernah mendengar kisah seorang lelaki India yang memindahkan gunung? Kalau belum, berikut catatan ringkas saya.

Saat pertama kali membaca kisah ini, saya sungguh tidak percaya apakah ini kisah nyata atau cuma sebuah cerita karangan. Namun mencari-cari informasi di internet, barulah saya benar-benar yakin bahwa kisah manusia luar biasa ini adalah kisah nyata. Dialah Dashrath Manjhi yang dijuluki si Lelaki Gunung (Mountain Man).

Dashrath Manjhi adalah seorang buruh miskin di Desa Gehlaur, sebuah tempat di negara bagian Bihar, India. Pada tahun 1959, istri Manjhi bernama Falguna Devi meninggal setelah melewati perjuangan melawan sakit yang dideritanya. Istrinya tak sempat tertolong oleh dokter karena jarak tempuh ke rumah sakit cukup jauh. Dokter terdekat berjarak 70km dari desanya karena harus berputar mengitari sebuah gunung.

Dari peristiwa itu pilu tersebut, Manjhi kemudian memutuskan memahat sebuah gunung sepanjang 110m. Gunung yang mengisolasi desanya sehingga setiap warga desa harus berputar untuk mencapai distrik terdekat.

Pada awal memulai memahat itu, Manjhi dianggap gila oleh orang-orang desa karena aktivitasya itu. "Tapi itu yang menguatkan keputusan saya", kata Manjhi dikemudian hari. Dia tidak berhenti menggali dan memecahkan batu gunung tersebut.

Hari demi hari. Bulan demi bulan. Hingga tahun berganti tahun. Dia akhirnya bisa menyelesaikan pekerjaan itu selama 22 tahun. Yaitu dari tahun 1960 sampai 1982. Dengan usahanya itu jarak antara desa terdekat yang awalnya 55 km kini tinggal menjadi 15 km. Menghemat 40 km.

Tentu kita saat ini tak perlu melakukan apa yang dicontohkan oleh Manjhi, seperti memindahkan gunung. Namun ada satu poin yang boleh kita ambil pelajaran. Menurut saya, Manjhi memiliki keyakinan yang kuat luar biasa. Boleh bilang keyakianan yang gendeng. Keyakinan dalam dirinya bahwa dia bisa membelah gunung tersebut.

Rintangan yang dihadapi oleh Manjhi saat proses menggali gunung tersebut saya pikir pasti ada. Apakah berasal dari dalam dirinya atau dari orang disekitar dirinya.

Rintangan dari dalam diri tentu terkait erat dengan apa motivasi dia melakukannya. Juga terkait dengan seberapa besar keyakinan dia bahwa dia bisa membelah gunung tersebut. Dan juga terkait seberapa sabar dia melewati masa-masa pengerjaan yang butuh waktu lama.

Rintangan dari luar dirinya tentu berasal dari orang-orang disekitarnya. Bisa jadi dia sudah sampai pada titik tidak lagi menghiraukan ejekan dan hinaan orang kepadanya. Dimana mungkin jika kita yang diperlakukan seperti itu tak akan tahan menghadapinya.

Dan sejarah membuktikan, Dashrath Manjhi telah berhasil membelah gunung tersebut.

...

Di buku Think Big, dikatakan: "Cara terbaik memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa Anda bisa berhasil."

"Kepercayaan atau sikap "Saya-positif-saya-bisa," membangkitkan kekuatan, keterampilan dan energi yang diperlukan untuk berhasil. Jika Anda percaya "Saya-bisa-melakukannya" dan benar-benar percaya, maka "bagaimana melakukannya" pun berkembang secara otomatis".

Saya yakin Anda sepakat dengan saya bahwa Manjhi memiliki itu. Keyakinan memindahkan gunung. Keyakinan yang kuat bahwa Dia akan berhasil. Dan benar-benar berhasil.

Hari ini kita belajar dari seorang Dashrath Manjhi apa makna dari keyakinan yang kuat.

Batam, 12 Mei 2016

← Kembali ke semua tulisan