Sebuah kapal perang sedang berlayar pulang usai melaksanakan sebuah tugas operasi. Saat itu kabut turun sangat pekat. Jarak pandang terbatas. Radar adalah satu-satunya mata yang diandalkan sebagai pengarah laju kapal.

Laporan masuk dalam anjungan kapal, “Lapor Pak, ada kapal bergerak mendekati kita”

Sang Kapten lalu bertanya “Apakah ia tetap bergerak menuju jalur kita atau menghindar?”

“Ia bergerak ke arah kita Kapten” lanjut petugas pengawas. Sang Kapten lalu menaikkan nada suaranya, “Ini berarti kita bisa bertabrakan”

Dengan nada yang masih meninggi, Kapten memberi perintah, “Berikan sinyal ke kapal itu, kita akan bertabrakan sebaiknya kalian merubah haluan 20 derajat” “Siap, Kapten”, balas dari crew di anjungan.

Dari kejauhan, tampak pesan Kapten dibalas. Petugas pengawas menyampaikan pesan tersebut kepada kapal Kapten, “Sebaiknya kalian yang mengubah haluan 20 derajat”, ujarnya, meneruskan pesan dari seberang.

Si Kapten bangkit dari tempat duduknya dan berteriak, “Katakan aku adalah seorang Kapten, ubah haluan kalian 20 derajat”.

“Aku adalah pelaut kelasi dua, sebaiknya kalian ubah haluan 20 derajat” jawabannya sinyal tersebut.

Merasa diri dilecehkan karena pangkatnya lebih tinggi, Sang Kapten mulai marah. Ia sekali lagi menaikkan nada suaranya, “Katakan kami adalah kapal perang, ubah haluan kalian 20 derajat!”

Lalu balas muncul adalah “Kami mercusuar”.

Sang Kapten kaget dan buru-buru memerintahkan kapal mengubah haluan.

Crew anjungan dengan gerakan cepat mengubah arah kemudi. Akhirnya kapal berubah haluan.

Kapal miring karena berbelok dengan tiba-tiba. Kapten keringat dingin. Sosok Mercusuar mulai nampak dari balik kabut. Sudah ada di depan mata. Hampir saja.

Ada kalanya kita berada pada kondisi yang tidak bisa kita lawan. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengannya. Kitalah yang harus mengalah.  Atau kemudian menjadikannya titik peta petunjuk. Menjadikan titik acuan untuk langkah berikutnya. Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir.

Inspirasi dari buku 7 Habits of Highly Effective People - Stephen R. Covey, dengan beberapa perubahan.

← Kembali ke semua tulisan